![]() |
| Pedagang ayam di pasar Inpres Lhokseumawe, sedang melayani pembeli. harga ayam pedaging mulai turun seiring mulai berproduksinya peternakan lokal, Jum'at (30/1).(Foto: Rahmat Mirza) |
Lhokseumawe, 30/1 (Atjeh Bisnis)- Harga ayam pedaging di Kota Lhokseumawe, kembali turun. Setelah sebulan lebih bertahan pada harga tinggi akibat tingginya permintaan beberapa waktu lalu di awal bulan maulid. Selain itu, turunnya harga ayam pedaging dimaksud, disebabkan juga oleh muali lancarnya pasokan ayam lokal.
Menurut penuturan pedagang ayam pedaging di Lhokseumawe, Mursalin, Jum’at mengatakan, pada awal bulan maulid, harga ayam pedaging melonjak tinggi. Karena selain tingkat kebutuhan yang tinggi juga diakibatkan oleh minimnya pasokan ayam dari peternak lokal. Sehingga terpaksa didatangkan dari Sumatera Utara.
Namun seiring mulai lancarnya pasokan ayam dari peternak lokal, maka harganya juga turun. Dimana, sebelumnya harga jual dari pedagang kepada konsumen mencapai Rp 30.000/ Kg, turun menjadi Rp 28.000/ Kg.
“Sekarang peternak lokal sudah mulai memasarkan ayamnya. Dengan begitu, pasokan ayam kembali normal. Sedangkan beberapa waktu lalu, ayam banyak dipasok dari Sumatera Utara karena tidak ada peternakan didaerah yang berproduksi,” ungkap Mursalin.
Seperti dituturkan oleh pedagang tersebut, tinggi rendahnya harga ayam pedaging dipasaran Lhokseumawe sangat dipengaruhi oleh tren pasar. Apalagi pada momen tertentu, seperti meugang dan maulid nabi. Maka tak ayal harga ayam melonjak dratis.
Hal senada juga dikatakan oleh pedagang lainnya, M.Sufi yang membenarkan bahwa harga ayam mulai turun. Kondisi harga sangat dipengaruhi oleh permintaan dan juga pasokan yang ada.
Sementara itu, kebutuhan ayam pedaging untuk wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya, umumnya didatangkan dari kawasan peternakan ayam pedaging Cot Trueng.(Muchlis)

