SOSOK : Deni Andepa: Mengukir Kreativitas Membuka Peluang Baru Usaha Batu Akik

blogger templates
Laporan Muchlis
Deni Andepa sedang mengukir batu untuk dijadikan cincin langsung. jenis usaha yang tergolong baru itu, diharapkan dapat menjadi peluang baru usaha batu akik, (Foto: Iskandar M)

Biar Usaha Batu Terus Hidup dan Berkembang...

 Demam batu akik semakin seakan tak habis-habisnya dan begitu menyihir. Semua orang terutama kaum pria disemua tempat menjadi terhipnotis dengan pesona keindahan batu akik. Apalagi batu yang dipakai memiliki kualitas bagus dan bernilai, tentu akan menaikkan pesona dan prestise sipemakainya.  

Demam batu akik telah menjadi sebuah lapangan usaha baru. Siapa saja dapat terjun dalam dunia bisnis ini. Dengan modal satu mesin gerenda duduk, ditambah sedikit peralatan dan bahan lainnya, maka peluang usahapun terbuka.

Usaha kerajinan batu akik saat ini diwilayah Lhokseumawe, umumnya masih sangat terbatas pada membuat batu cincin semata. Belum ramai yang mengolah bongkahan batu untuk menjadi berbagai bentuk perhiasan lainnya.

Karena batu akik ataupun sejenisnya, bukan lagi hanya berbicara sebatas keindahan semata. Akan tetapi telah berkembang menjadi sebuah aksesoris tambahan perhiasan. Konon lagi, beberapa jenis batu dianggap dapat menjadi obat asal bersentuhan langsung dengan kulit sipemakainya. Sebut saja jenis giok Black Jade, diyakini dapat melancarkan darah dan berguna bagi stamina tubuh.

Kembali pada peluang pasar, untuk jenis batu akik yang berbentuk akik sudah sangat ramainya. Usaha tersebut lahir diberbagai tempat, sehingga dikhawatirkan hanya sebatas bentuk mata cincin saja.

Melihat peluang pasar yang begitu masih menggoda. Deni Andepa, salah seorang guru SMK di Lhokseumawe, mencoba mengukir seni kreasi baru dari perhiasan batu. Sehingga memiliki nilai lebih dan tidak hanya sebatas berbentuk mata cincin semata.

Dengan bermodalkan pengetahuan yang dimilikinya. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru itu, menyiapkan halaman rumahnya sebagai workshop seni perhiasan batu. Beberapa unit mesin dengan fungsi yang berbeda-beda terlihat berjejer dihalaman rumahnya. Ada mesin pengosok batu, mesin bubut batu dan juga mesin pengukir. Semua mesin tersebut, digunakan untuk membuat perhiasan dari batu.  

Lalu apa produk perhiasan batu yang dihasilkannya?,

Kepada Atjeh Bisnis, Deni mengatakan, dengan peralatan yang dimilikinya akan membuat perhiasan dari batu. Ada gagang cincin yang langsung terbuat dari batu dengan berbagai jenis bentuknya. Serta ada juga cincin batu yang diukir sesuai dengan permintaan si pemesan.

Disebutkan olehnya, biaya pembuatan perhiasan batu sangat bervariasi tergantung dari tingkat kesulitannya. Untuk mengolah batu langsung menjadi gagang cincin lilit, bianya Rp 50 Ribu per unit. Sedangkan apabila ditambah lagi dengan ukiran biayanya menjadi Rp 100 Ribu per unit.

Deni Andepa mengungkapkan, keinginannya membuat perhiasan batu dengan seni kreasi baru itu, dilatarbelakangi terhadap peluang usaha yang masih terbuka lebar.

“Sekarang untuk bentuk mata cincin sudah sangat banyak pengrajinnya. Bahkan semakin lama pasar untuk mata cincin saja dipastikan akan semakin terbatas. Oleh karena itu, saya mencoba memberi tambahan kreasi pada perhiasan batu ini,” ungkapnya.

Apalagi, pecinta batu tidak hanya dari kalangan kaum pria saja. Bahkan kaum wanita juga banyak yang menyukai perhiasan batu. Namun apabila ada tambahan bentuk perhiasan lagi dari batu, tentu akan sangat menarik lagi.

“Dengan adanya tambahan kreasi dari perhiasan batu ini, diharapkan peluang pasar akan terus berkelanjutan dan dapat menjadi lahan bisnis baru dari demam batu akik,” ujar Deni lagi.

Dirinya optimis, usaha yang digelutinya nanti akan berjalan mulus, dengan melihat kondisi pasar sekarang. Apalagi, di Kota Lhokseumawe belum ada yang membuat berbagai perhiasan dari batu akik dengan berbagai bentuk dan hanya sebatas mata cincin. Sehingga akan memberi nilai lebih terhadap perhiasan batu.

Deni juga mengaku siap memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin belajar membuat anek perhiasan dari batu. “Jika ada yang ingin belajar membuat aneka perhiasan dari batu, saya siap memberikan pelatihan,” tutur guru SMK yang pernah mengajar kriya kayu ini.

Dirinya juga mengharapkan, agar pemerintah daerah dapat mengembangkan seni perhiasan dari batu ini. Sehingga dengan begitu, usaha masyarakat yang sedang tumbuh tersebut dapat semakin berkembang serta dapat tercipta lapangan kerja mandiri bagi masyarakat. Serta dirinya juga siap untuk diajak sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat.(*)